Friday , August 18 2017
Kepala Cabang BPJS TK  Surabaya Tanjung Perak, Puji Santoso (dua dari kiri) memberikan kartu BPJS TK secara simbolis kepada perwakilan Gojek Nur Indayati di sela sosialisasi dengan driver Gojek di Surabaya  Jumat (23/12). |DUTA/endang

Bidik 5 Ribu Driver Gojek

Kepala Cabang BPJS TK  Surabaya Tanjung Perak, Puji Santoso (dua dari kiri) memberikan kartu BPJS TK secara simbolis kepada perwakilan Gojek Nur Indayati di sela sosialisasi dengan driver Gojek di Surabaya  Jumat (23/12). |DUTA/endang

SURABAYA – Ribuan driver Gojek di  Surabaya raya menjadi bidikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK). Terutama untuk mengikuti dua program BPJS TK yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) karena driver Gojek termasuk dalam katagori pekerja mandiri atau bukan penerima upah (BPU).

“Driver Gojek di Surabaya ini ada 5 ribuan lebih. Sekarang sudah 1500 yang sudah bergabung,” ujar Kepala Cabang BPJS TK  Surabaya Tanjung Perak, Puji Santoso di sela sosialisasi dengan driver Gojek di Surabaya  Jumat (23/12).

Dikatakan Puji, 1500 driver Gojek yang sudah bergabung itu adalah mereka yang secara sukarela mendaftarkan diri dengan iuran Rp 16.800 per bulan. “Mereka masih mandiri, sendiri-sendiri, belum dikoordinir. Namun mereka semua adalah driver Gojek,” tambahnya.

Kesadaran para driver Gojek dan Go Box tentunya, berkat sosialisasi dan edukasi yang terus menerus diberikan BPJS TK. Karena, para driver ini masuk dalam katagori tinggi mengalami kecelakaan kerja. “Akhirnya mereka sadar, tentunya dengan bantuan dari manajemen Gojek untuk menyadarkan mereka. Namun sebelumnya kami berikan juga promo, satu bulan premi gratis untuk 1000 Gojek,” tukas Puji.

Abraham, perwakilan dari manajemen Gojek Surabaya mengungkapkan, sampai kini driver Gojek yang sudah mengikuti dua program BPJS TK adalah mereka yang dengan suka rela mendaftarkan diri. Manajemen hanya memberikan pemahaman penuh kepada driver.

“Intinya kami support untuk semua kegiatan positif. Sampai saat ini semuanya masih mandiri, mungkin ke depan akan kami koordinir agar lebih tertib,” tukas Abraham. (end)

Check Also

UMKM Jangan Takut Ekspor, 100 Kg Tak Perlu Dokumen Resmi

SURABAYA | duta.co  – Ketakutan para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) untuk melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *