Wednesday , June 28 2017
MENANG: Pemain tunggal India Prannoy Haseena Sunil Kumar 18-21, 21-16, 19-21 kalahkan Cheng Long selama 75 menit dan masuk semifinal. (duta.co/dok)

Banyak Tumbang di Fase Awal, Indonesia Terbuka 2017 Angker Buat Para Unggulan

JAKARTA| duta.co – Indonesia Terbuka 2017 kali ini menyajikan banyak kejutan dari para pemain unggulan utama yang justru gugur di fase awal. Sebut saja unggulan utama ganda putra, ganda putrid dan kini tunggal putrid juga gagal ke semifinal. Tidak hanya unggulan utama saja, unggulan lain juga banyak bertumbangan.

Kejutan itu, di antaranya tunggal putri unggulan ketiga asal Jepang Akane Yamaguchi yang ditumbangkan pemain non-unggulan senegaranya Sayaka Sato 17-21, 21-18, 18-21; pasangan ganda putri Denmark unggulan dua Kamilla Rytter Juhl/Christina Pedersen yang ditumbangkan unggulan lima asal China Chen Qingchen/Jia Yifan 21-18, 17-21, 11-21.

Paling mengejutkan adalah tumbangnya peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro nomor tunggal putra Chen Long dan juga tunggal putri nomor satu dunia Tai Tzu Ying. Chen Long terhenti di putaran perempat final setelah harus kalah dari pemain India Prannoy Haseena Sunil Kumar 18-21, 21-16, 19-21 selama 75 menit waktu pertandingan.

“Saya sudah pernah menghadapi Prannoy sebelumnya. Dia bermain lebih bagus dan lebih sabar hari ini. Tapi, saya juga puas dengan permainan saya sendiri,” kata pemain peringkat kedelapan dunia asal China itu.

Chen Long mengaku terpengaruh oleh angin ketika menghadapi Prannoy karena pertama kali bertanding di JCC Senayan. “Hanya persoalan mengambil kesempatan, siapa yang lebih beruntung. Pemain-pemain unggulan pun kadang dapat kalah,” ujarnya.

Sementara itu, Tai Tzu Ying yang memiliki rekor tak terkalahkan di Super Series sejak 2016 dengan meraih gelar juara di Indonesia Terbuka 2016, Super Series Final 2016, All England 2017 dan Malaysia Terbuka, harus menerima kenyataan rekornya terhenti di Indonesia.

Tzu Ying, yang merupakan juara bertahan Indonesia Terbuka, tersungkur oleh pemain Thailand Nitchanon Jindapol dalam drama tiga gim 19-21, 21-8, 17-21.

“Untuk pertandingan hari ini saya menjalaninya tidak begitu bagus dan kondisi saya juga tidak sedang baik makannya saya kalah, selain tentunya banyak kesalahan yang saya buat,” katanya, selepas pertandingan.

Walau demikian, pemegang rekor gelar Super Series sejak 2016 itu menyebut kekalahannya bukan karena dirinya terbebani ataupun ada tekanan (pressure).

“Tidak ada pressure apa pun. Hanya main tidak dalam kondisi baik, dan tentu ada faktor kelelahan karena selama turnamen kesehatan saya menurun,” katanya. (imm)

 

 

Check Also

Coba Tepis Kutukan, Pasangan Owi/Butet Tembus Final Indonesia Terbuka 2017

JAKARTA| duta.co – Meski dengan kaki yang belum sembuh benar, pebulutangkis ganda campuran nasional Tontowi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *