Thursday , August 17 2017
Donald Trump (IST)

Alamak! Rusia Punya Video Trump Tonton PSK

Donald Trump (IST)

WASHINGTON DC | Duta.co – Belum habis berita kontroversial tentang presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Berita jorok terbaru soal Trump justru dimiliki seteru terbesar AS, yakni Rusia. Negeri yang dipimpin Presiden Putin itu memiliki rekaman video saat Trump menonton aksi pekerja seks komersial (PSK) di kamar hotel yang juga pernah ditmepati keluarga Presiden Barack Obama saat berkunjung ke Moskow.

Dilaporkan CNN, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (11/1/2017), material itu didasarkan pada beberapa memo yang dikumpulkan oleh seorang mantan agen intelijen Inggris, yang dianggap ‘kredibel’ oleh komunitas intelijen AS. ‘Kompromat’, bahasa Rusia untuk ‘material menjanjikan’ itu termasuk dalam penjelasan keamanan yang diberikan Direktur Intelijen Nasional AS James Clapper kepada Trump, Jumat (6/1/2017).

Penjelasan itu termasuk kesimpulan intelijen AS bahwa Rusia berusaha ‘bermain kotor’ dengan politikus Partai Republik juga Partai Demokrat, namun hanya merilis informasi negatif soal Partai Demokrat via bocoran di situs WikiLeaks.

Media internet ternama AS, Buzzfeed, juga merilis material setebal 35 halaman itu pada Selasa (10/1/2017) waktu setempat. Ditekankan oleh Buzzfeed sendiri, konten material itu tak bisa diverifikasi secara independen. Terdapat salah ketik pada beberapa bagian material itu.

Memo yang dirilis Buzzfeed itu menunjukkan Rusia telah mendorong, mendukung, dan membantu Trump setidaknya lima tahun terakhir. Sama seperti informasi CNN, Buzzfeed menyebut memo yang dirilis itu dikumpulkan mantan agen intelijen Inggris dan dipersiapkan untuk musuh-musuh politik Trump.

Memo itu, sebut Buzzfeed, menyatakan Trump pernah menolak pemanis kesepakatan real estate di Rusia yang diatur Kremlin, atau istana kepresidenan Rusia, untuk mendukung Trump. Di sisi lain, Buzzfeed menyebut, Rusia berupaya ‘mengeksploitasi’ obsesi personal dan kegemaran Trump pada seks.

Memo itu juga merujuk ‘perilaku cabul’ Trump di presidential suite Hotel Ritz-Carlton di Moskow, yang menjadi tempat menginap Presiden AS Barack Obama dan Ibu Negara Michelle beberapa waktu lalu. Memo itu menyebut Obama dan Michelle sebagai sosok yang dibenci Trump.

“Yang dia (Trump-red) benci,” tulis memo itu soal Obama dan Michelle di mata Trump.

Memo itu mengutip seseorang yang disebut ‘sumber D’ yang menyebut perilaku cabul Trump, termasuk menyewa PSK untuk melakukan aksi seks di depan Trump. Disebutkan juga bahwa hotel itu berada di bawah pengawasan intelijen Rusia atau FSB yang memasang kamera dan mikropon tersembunyi.

Tidak hanya itu, memo itu juga mengutip sumber pejabat intelijen Rusia yang enggan disebut namanya, yang mengatakan ada cukup informasi untuk memeras Trump. Menanggapi laporan ini, Trump telah memberikan tanggapan via Twitter. Dengan tegas, Trump membantah klaim itu.

“BERITA PALSU – JELAS SEBUAH PERBURUAN PENYIHIR BERBAU POLITIK!” tulis Trump. Perburuan penyihir atau witch hunt merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyudutkan seseorang atau kelompok yang memiliki pandangan tidak biasa atau tidak populer.

Laporan CNN didasarkan oleh keterangan empat reporter, termasuk pengungkap skandal Watergate, Carl Bernstein. Bernstein menyebut memo intelijen itu didapatkan seorang pensiunan agen intelijen Inggris, MI6, atau Dinas Intelijen Rahasia (SIS). Mantan agen MI6 itu, disebut Bernstein, dipekerjakan oleh perusahaan penelitian oposisi politik AS, yang pernah bekerja untuk Partai Republik dan kemudian untuk Partai Demokrat.

Seorang diplomat Inggris di Rusia kemudian secara tidak diduga mengetahui aktivitas mantan agen MI6 itu. Diplomat ini meneruskan informasi yang didapatnya kepada Senator Arizona, John McCain, yang juga dikenal sebagai pengkritik keras Rusia. Oleh McCain, informasi ini diteruskan secara personal kepada Direktur FBI James Comey.

Sementara itu, reporter NBC, Tom Winter, menyebut informasi soal Trump ini telah ‘dijajakan’ kepada sejumlah wartawan AS sejak musim panas lalu, namun tidak pernah ada yang mengulasnya menjadi berita. Tidak diketahui pasti media AS mana saja yang ditawari informasi ini. cnn, buz, net

Check Also

Saksi E-KTP yang Tewas di AS Donatur Terbesar Obama dan Partai Demokrat

JAKARTA | duta.co – Saksi utama skandal e-KTP yang tewas di Amerika Serikat, Johannes Marliem, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *