Friday , August 18 2017

Aktivis Cyber Aswaja Satukan Visi Perangi Kabar Hoax

MELAWAN HOAX : Kabar hoax alias palsu cenderung provokatif, dan tidak boleh dibiarkan. Harus ada gerakan pelurusan. Aktivis cyber Aswaja kota Semarang bertekad melawan kabar hoax. Dari Bumi Sunan Pandanaran, Semarang menyebar berita damai menyejukkan. (FT/zulfa)

SEMARANG|duta.co–Aktivis cyber Aswaja kota Semarang berkumpul di auditorium perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jumat (30/12). Bermula dari merebaknya kekerasan di dunia sosial dan konten hoax. Mereka membahas bagaimana menyikapi hal tersebut merebak di dunia maya. Sehingga pertemuan kali ini membuat kesepatan untuk mengimbangi peredaran situs penyebar hoax ini dengan konten-konten yang menyejukkan.

Agus Fathuddin Yusuf memberikan pengantar bahwasanya media sekarang sudah bisa kita buat sendiri. Mulai dari membuat berita, fotografi bahkan hingga pemilik media itu sendiri; itu bisa lihat media sosial sekarang ini. Dari sini kita dengan mudah menyebarkan berita yang kadang abai terhadap proses verifikasi, cek dan ricek serta keberimbangan.

Pembicara yang lain, Hasan Habibie mewakili Pustekkom Kemendikbud mengingatkan pada peserta workshop untuk memperbanyak konten yang menyejukkan dan Islam rahmatal lilalamin. Semangat pemuda ini harus terus dikobarkan menyuarakan hal-hal yang memberikan informasi positif untuk menjaga keharmosian kehidupan. Berita hoax yang selama ini mengganggu kenyamanan harus kita kurangi bersama.

Disisi yang lain kalau kita melihat bahwa kalau kita menyebarkan berita harus memiliki etika islami. Kita bisa meniru sifat nabi mulai dari shiddiq, amanah, tabligh dan dan fathonah. Selain itu, kita bisa menggali etika-etika yang lain dari ulama-kiai sebagai adab dalam menyebarkan informasi pada publik.

“Banyak ayat yang menginspirasi kita untuk melakukan verifikasi, salah satunya ayat 6 surat al-Hujurat,” papar Agus Fathuddin wakil ketua PCNU kota Semarang yang juga aktif di jajaran wakil ketua MAJT.

Dari pertemuan kali ini, Agus Fathuddin berharap jaringan yang terbentuk kali ini mampu mewarnai dunia maya menggunakan konten yang sejuk, damai dan ramah. Kegiatan ini diinisiasi Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia NU kota Semarang bekerjasama dengan Pustekkom Kemendikbud sebagai bagian penguatan pemuda kota Semarang. (zulfa)

Check Also

Dokter ‘Cangkokkan’ Syaraf Gigi-Gusi Novel ke Mata Kirinya

SINGAPURA | duta.co – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah selesai menjalani …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *