Tuesday , June 27 2017
Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal

Akhirnya Pangeran Saudi Menyerah

Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal

RIYADH | duta.co — Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal akhirnya menyerah dengan larangan mengemudi bagi kaum perempuan. Melalui akun Twitternya @Alwaleed_Talal, pada Selasa (29/11/2016), Alwaleed menyebutkan bahwa sudah saatnya perempuan dibolehkan mengemudi. Menurut Alwaleed, kebijakan pemerintah yang melarang kaum hawa menyetir adalah melanggar hak kaum perempuan.

“Stop perdebatan. Saatnya bagi kaum perempuan untuk mengemudi, ini masalah hak,” tulis Pangeran Alwaleed di akun Twitternya.

Alwaleed juga mengatakan bahwa melarang perempuan mengemudi, sama artinya dengan melarang mereka mendapatkan pendidikan dan memiliki identitas independen. Ini lah yang membuat Alwaleed tidak setuju dengan larangan tersebut.

“Larangan mengemudi merupakan kebijakan yang sangat tidak adil yang diterapkan komunitas tradisional,” ujar sepupu Raja Salman tersebut.

Tak hanya itu, Pangeran Alwaleed juga menyinggung larangan mengemudi dengan alasan ekonomi. Menurutnya, bila perempuan diberi akses mengemudi mobil, maka hal itu akan mengurangi biaya sewa kendaraan umum seperti taksi.

Namun, menurutnya, dengan menyewa taksi maka perempuan tersebut akan berada di dalam mobil bersama sopir yang bukan saudaranya. Secara syariah hal ini merupakan pelanggaran.

“Transportasi umum saat ini masih tidak layak bagi mereka (perempuan). Laki-laki saja jarang menggunakannya. Solusi yang tepat adalah dengan mengizinkan perempuan mengendarai mobil,” ujar orang terkaya Arab sekaligus petinggi di perusahaan milik negara, Kingdom Holding Co, yang menanamkan banyak modal di perbankan AS Citigroup dan taman hiburan Euro Disney.

Namun, katanya, pihak Saudi tidak serta merta membebaskan perempuan berkendara. Menurutnya masih perlu ada batasan seperti tidak diperbolehkan keluar kota dan harus membawa telepon genggam jika terjadi kondisi darurat.

Sebelumnya, aktivis perempuan telah menuntut agar larangan mengemudi bagi kaum hawa segera dicabut. Namun, ulama garis keras setempat tetap melarangnya. Perempuan yang masih mengemudi dikenai hukuman penjara dan denda.

Kejadian serupa, tahun 2013 lalu, ratusan aktivis perempuan menggelar aksi agar mereka diizinkan untuk mengemudi. Saat aksi berlangsung, empat aktivis nekat mengemudikan mobil mereka tanpa pendamping pria. Padahal dalam hukum Arab, hal ini merupakakan pelanggaran yang fatal. Sebab mengemudi saja sudah salah apalagi tidak didampingi oleh suami atau keluarga.

Empat perempuan Arab tersebut langsung dikenai hukuman. Kasus tersebut sempat mendunia dan membuat pegiat HAM internasional mengecam kebijakan Saudi yang melarang wanita menyetir mobil.

Aktivis perempuan Saudi, Prof Aziza Youssef mengatakan, aksi ini telah meningkatkan kesadaran warga Arab bahwa perempuan mengemudi merupakan hal yang normal bukan berdosa. Menurut Azizaj, pihaknya akan terus melakukan kampanye agar larangan mengemudi segera dicabut.

Seperti kita tahu, sampai saat ini Arab Saudi merupakan negara satu-satunya yang melarang perempuan mengemudikan mobil. Meski demikian, keberanian perempuan Arab menyuarakan tuntutannya telah membuat pemerintah melunak.

Seperti diberitakan, pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah telah menghapuskan kebijakan diskriminatif itu. Kemudian, Raja Abdullah mencabut larangan perempuan Arab bekerja di mall dan tempat umum lainnya. (pr/sv)

Check Also

Saudi Gagalkan Aksi Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram, 6 Jamaah Terluka

MEKKAH | duta.co — Pasukan keamanan Arab Saudi telah mencegah serangan ke Masjidil Haram di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *