Friday , August 18 2017

40 Ha untuk Uji Coba Padi Organik

Lamongan Ingin Jadi Sentra Industri Pertanian

Bupati Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati dan Sekdakab setempat Yuhronur Efendi saat kunjungi lahan uji coba padi organik, kemarin. DUTA/kadam

 LAMONGAN – Bupati Lamongan terus getol dongkrak potensi pertanian. Setelah berupaya dongkrak produktivitas jagung, kini Pemkab Lamongan tengah menguji padi organik di 40 hektar lahan di Kecamatan Kedungpring.

Dua jenis padi organik yang sedang diuji itu belum diberi nama, hanya diberi kode M70Ddan M400. Masing-masing diuji di lahanseluas 20 hektar di Desa Nglebur dan 20 hektar di Desa Majenang, keduanya berada di Kecamatan Kedungpring.

Bupati Fadeli bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati dan Sekkab Yuhronur Efendi kunjungi lahan uji coba padi organik, di Kecamatan Kedungpring.  Mereka ditemui pendamping program itu, Dewi Kalifatullah atau Ifa. “Jika sukses, ini bisa memberi harapan bagi kesejahteraan petani,” kata bupati Fadeli.

Pada kesempatan itu Ifa mengungkapkan, di tahun pertama uji coba itu, masih bisa full, sepenuhnya organik. Karena masih ada sisa pupuk anorganik dari pertanian sebelumnya. Karena itu pihaknya hanya menargetkan produktifitas 7 ton perhektar di tahun pertama.

Sedangkan di tahun ketiga, mereka menargetkan bisa mencapai produktifitas 10 ton perhektar. “Sekarang kami sedang mencarikan pembeli untuk padi organik ini. Karena harga nya bisa sangat tinggi, mencapai 27 ribu perkilogram. Bandingkan dengan padi anorganik yang tidak sampai 10 ribu perkilogram,” kata Ifa.

Nantinya, petani bisa memilih, akan menggunakan yang M70D atau yang M400. Untuk yang G70 sudah bisa dipanen dalam 70 hari dengan jumlah malai mencapai 150 hingga 200. Sedangkan yang M400 baru bisa dipanen dalam 90 hari, namun jumlah bulir malainya bisa mencapai 400.

Bupati Fadeli menyebut, adanya ujicoba padi organik itu sebagia bukti pemerintahannya tidak melupakan komoditas padi. Itu merujuk pada programnya kini yang tengah mengarah pada modernisasi pertanian jagung.

   “Semoga petani bisa memanfaatkan betul program ini yang mendapat dukungan penuh dari kementerian Pertanian. Semoga nanti akan muncul varietas spesifik dari Lamongan yang cocok untuk wilayah Lamongan ini,” harapnya.

Sebelumnya, Lamongan memiliki lahan jagung di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro. Diprediksi produktivitasnya akan menembus angka 10 ton per hektar. Tahun depan, kawasan jagung akan dikembangkan di 12 kecamatan di Lamongan.

Di lokasi ini diterapkan teknologi modern dalam pertanain jagung. hasilnya juga akan luar biasa. Lebih lanjut disampikan, kawasan jagung modern terintegrasi seluas 100 hketar di Solokuro itu diperkirakan akan mulai panen pada akhir Januari  atau awal Februari 2017. ‘’Dari perkmbangan saat ini, kami perkirakan kawasan ini mampu mamenuhi target produktivitas mencapai 10 ton perhektar,’’ujar fadeli.

Melihat pertumbuhan jagung yang sangat menjanjikan ini, bupati Fadeli memerintahkan para camat untuk menerapkan kosep kawasan jagung modern di kecamatannya masing-masing. ‘’Saya berharap setelah ini, apa yang sudah diterapkan di Banyubang, agar diterapkan di wilyahnya (kecamatan) masing-masing,’’ pintanya.

Tahun depan, setidaknya direncanakan kawasan jagung akan dikembangkan di 12 kecamatan, terutama di belahan selatan kota Lamongan. Termasuk Kecamatan Sukorame, Bluluk, Modo, Sambeng, Mantup dan Ngimbang. ‘’Sementara akan dikembangkan di 12 kecamatan dulu,’’ pungkasnya. (dam)

 

Check Also

2 Istri Nelayan Dapat Santunan Asuransi

PASURUAN | duta.co — Dua nelayan asal Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yakni Kosim (58), warga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *