Thursday , July 27 2017

15 Pem-bully Siswi SD Dikeluarkan, Kartu Jakarta Pintar Mereka Dicabut

JAKARTA | duta.co – Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat menjatuhkan sanksi mengeluarkan 15 pelajar dari sekolah mereka karena memb-bully seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Tanah Abang, Jakarta Pusat.  Sanksi dijatuhkan dalam rapat mediasi antara korban dan 15 pelaku bully.

“Kalau enggak mengundurkan diri pun, mereka akan dikembalikan ke orangtuanya. Mereka dikasih kesempatan untuk mencari sekolah lain. Karena orangtua mereka kan menitipkan ke pihak sekolah, karena melakukan pelanggaran, kami kembalikan ke orangtua,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Sujadiyono, Selasa (18/7/2017).

Sanksi berupa pemecatan itu diputuskan bersama dengan pihak sekolah 15 pelaku, yakni MP Muhammadiyah 56 dan SMPN 273 Jakarta.

Sujadiyono menuturkan, 8 dari 15 orang siswa pelaku bully tercatat bersekolah di SMP Muhammadiyah 56, sedangkan satu orang berinisial AF, yang merupakan pelaku utama bersekolah di SMP 273 Jakarta. Sisanya, pelaku masih duduk di bangku SD.

Selain dipecat, 15 pelaku juga dipastikan tak berhak lagi atas jatah fasilitas keuangan pendidikan. Sebab, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang mereka miliki. “Jika mereka mendapatkan Kartu Jakarta Pintar juga akan kami cabut selama setahun, lalu nanti dievaluasi lagi, melihat perilaku mereka di sekolah yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, sanksi yang dijatuhkan ke 15 pelaku bully itu sudah tepat. Hal itu agar tercipta efek jera bagi pelaku dan pelajar lain. “Ini pembelajaran ya. Jangan coba-coba melakukan bully,” kata Djarot di Balai Kota Jakarta.

Menurut Djarot, kasus itu memberi pesan kepada orang tua untuk ikut mengawasi dan mendidik anaknya. Sebab, pendidikan karakter dan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tapi juga orangtua. “Karena bagaimana pun juga dasar pendidikan itu ada di keluarga,” ujarnya.

Bullying terhadap murid SD Tanah Abang (sebelumnya ditulis SMP)  itu mencuat setelah rekaman video aksi tak terpuji itu beredar luas di media sosial. Dalam rekaman video terlihat  seorang siswi SD dipukuli sejumlah siswa secara bergantian. Terlihat korban tak mampu melawan karena jumlah pengeroyok cukup banyak. Bully diduga dilakukan di area Thamrin City, Jakarta Pusat. hud, net

Check Also

Cegah Konflik Sosial, Kemensos Salurkan Bantuan Keserasian Sosial Rp17,4 M

JAKARTA | duta.co –  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan dalam pencegahan konflik sosial, bukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *